Minggu, 08 Oktober 2017

Tindak lanjut tasbih

Sekarang, pakai tasbihnya Pak Nuri dah pada ahli, bahkan sampai menyalurkan energi juga. Jadi, tahapannya: merasakan, mengendalikan, menetralisir atau mencari guru / kyai yang bisa menetralisir, mengendalikan ke luar sambil memperbesar. Karena energiku di tasbih itu hanya kecil saja, sekedar untuk awakening. Supaya diketahui, itu hanya 1/1 Milyar dari seluruhnya. Sesuai tingkatan energi itu, sejalan juga dengan perkembangan spiritual dan keimanan ybs.

Alhamdulillah, sudah ratusan yang bisa sampai tahap merasakan dan mengendalikan. Serta puluhan yang tahap menetralisir. Kemudian, beberapa sudah bisa menyalurkan energi juga ke benda lain.

Perlu saya tekankan masalah  1/1 Milyar ini supaya ummat tidak cepat puas, tidak sombong dan terus meningkatkan energi. Pada dasarnya, butuh tahunan untuk mempunyai energi yang besar. Pernah juga tasbihku dipermainkan oleh kyai/ ulama yang bisa memanipulasi energi. Jangan terlalu terkesan, ya. Itu memang sangat kecil persentasenya.

Kalau mau tempat netral ya di tempat yang energinya besar/ berkaromah/ masjid yang sangat beraura/ di Mekah sekalian. Di situ, tasbihku akan sulit untuk dimanipulasi orang.

Sebenarnya saya juga malas mengatakan ini, tapi bocoran saja daripada ummat salah jalan. Setelah ibadah kuat, amalnya harus yang berenergi. Dalam hal ini, cobalah track amal yang dapat meningkatkan energi. Amalnya lewat Yayasan saja. Sudah puluhan buktinya bahwa yang amal lewat Yayasan, energinya juga membesar. Karena seperti rantai, selain Yayasan dan pendopo pada khususnya saya pusatkan energinya. Secara amal dan ikhlas telah terbukti kegiatan kami.

Hal lain, adalah karena keberhasilan konsep E2 ini, sangat memudahkan saya untuk bergerak tanpa tatap muka. Alhamdulillah. Saya tetap bisa bekerja, sambil beramal dan berbagi pengalaman spiritual.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar