Kamis, 12 Desember 2013

Mengalahkan dukun

Seperti beberapa kisah sebelumnya mengenai dukun yang mengguna- guna, menyantet dan memelet pasienku.
Awalnya, dukun- dukun ini langsung kubantai. Jinnya kusikat dan ilmu mereka kuhabisi. Kucabut ilmu mereka dan akan kukembalikan jika mereka sudah sadar. Guru Besar / Kyai AKMIL mengetahui hal tersebut, lalu mengatakan suatu saat: "Awae dewe ngerti ilmune dukun, tapi dukun ra ngerti ilmune dewe". Waduh....berarti tak mungkin mereka tahu kalau ilmunya kumusnahkan dan mereka tak ampuh lagi, dan tak mungkin minta tolong padaku untuk ilmunya dikembalikan. Tapi biarlah, suatu saat pasti akan ditunjukkan Allah.

Sebagai contoh dukun ini adalah seseorang di kawasan gunung kidul yang memiliki ilmu anti cukur. Kalau berendam di kali rambutnya tak pernah basah. Banyak pejabat penting dari Jenderal sampai presiden yang datang. Tetapi, atas izin Allah ilmu beliau pudar dan sering sakit2an. Kucek, ternyata karena dosanya. Selain menyalahi keluargaku, dia juga sering menipu pasiennya. Sampai mobil dipinjam dan tidak dikembalikan. Suatu saat, pasien tersebut kuberi surat untuk dikasihkan dukun supaya dukun tersebut mengembalikan harta pasien tersebut. Pasien ke tempat dukun, ternyata pulangnya malah dia mengirim jin, tentunya untuk mematai2 pasien dan akhirnya memata2iku. Jin juga kuusir. Intinya, dukun tetap tidak berniat mengganti harta pasien. Meskipun, dia jatuh bangkrut, tetapi seikhlasnya membantu apa salahnya. Guru Besar / Kyai AKMIL tahu hal ini dan mengatakan suatu saat dukun tersebut justru akan menjadi murid  Guru Besar / Kyai AKMIL. Kuamini saja.

Yang lain, adalah tiga dukun santet di daerah klaten. Puluhan tahun beraksi tanpa ada yang mengganggu. Mereka satu desa dan saling membantu. Itulah kode etik perdukunan, "sak guru sak ilmu ra saling ngganggu". Karena mengganggu pasienku, maka ilmu mereka kuhilangkan. Sebelum bertemu  Guru Besar / Kyai AKMIL, ada kyai yang membantuku tetapi takut dengan ketiga dukun ini. Inilah sesuai cerita awalku, sampai aku ikrar aku rela mati asal ketiga dukun juga ikut mati saat aku ketemu malaikat maut, maka akan kuminta itu. Termasuk, aku ikrar kalau ada yang bisa membantuku, maka akan kuangkat guru. Setelah bertemu  Guru Besar / Kyai AKMIL, maka sangat mudah mengalahkan mereka bertiga. Kucek, ternyata mereka bertiga juga akan cekcok. Sampai saat inipun mereka bingung kok bisa ilmunya tidak ampuh lagi.

Dukun lain adalah dukun selevel penyedot benda pusaka. Dia memelet salah satu pasienku untuk temannya. Juga kututup ilmunya. Dia juga tidak tahu kok ilmunya bisa hilang dan karena apa hilang. Tor, bagiku tidak begitu penting karena hanya level dukun. Kalau level seperti ini, di Bali semua kan menjadi dukun. Punya jin satu saja sudah dipakai merdukun. Di Bali, rata2 setiap orang khan memeliki khodam.

Untuk selanjutnya, aku tidak menghilangkan ilmu, karena itu nafkah mereka. Kadang, mereka juga gunakan ilmunya untuk ngobati orang. Karena itu, hanya aku buang khodam yang jelek dan biarkan khodam baik di tubuh mereka, kemudian berdoa supaya Allah yang menyelesaikan selanjutnya.

5 komentar:

  1. Balasan
    1. Silahkan. Email saja ke: rhjsudrajat@gmail.com

      Hapus
  2. Assmkm yang mau buang khodam,ilmu jahat, buang susuk,dll jg untuk membersihkan rumah/tempat usaha Dari makhluk halus. Segera konsultasi 1 x berobat beres. Tidak pakai ritual aneh.pengobatan Islami
    jika ada saudara, teman atau kluarga yang terkena penyakit tidak sembuh/ non medis,kesurupan, rumah berhantu .jgn ragu konsultasikan Dan diterawang masalahnya.Insha Allah 1 x berobat sembuh.beri bukti bukan omongan.pengobatan islami. Pasien kami hingga luar negri.bisa jarak jauh atau beremu.segera Konsultasi via sms : 081932929089, 081314798949.email : ustadtono@gmail.com . Website : www.ahlinonmedis-ustadtono.com
    Wsslmkm wr.wb.

    BalasHapus
  3. Pa..saya sudah mengirim email.saya sangat membutuhkan pertolongan.tolong saya pa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua email sudah saya balas. Terima kasih

      Hapus